Entri Populer ( paling sering dikunjungi )

Senin, 08 November 2010

Isim Kholisoh Jariyah


The  Story Of  Kholisoh Jariyah








Berminat memilikinya silahkan call mobile phone saya, terima kasih.






liontin kalung terbuat dari stainless steel dengan mahar yang terjangkau untuk rakyat kecil yang ingin merobah nasibnya menjadi makmur sejahtera 





Taken From :




Kitab Al Jawahiru Al LaMa`ah
Kitab Syumusul Anwar




Dinamai dengan Isim Jariyah (budak hitam hamba sahaya ) karena azimat ini didapati pada kepala seorang perempuan hamba sahaya yang dimiliki oleh Raja Harun Al Rasyid.

Kholisoh adalah nama daripada perempuan Jariyah ini sangat hitam tubuhnya dan sangat mengerikan wajah rupanya.


Banyaknya hamba sahaya perempuan yang dimiliki oleh Raja Harun Al Rasyid adalah lebih daripada empat ratus orang. Dan Jariyah yang bernama Kholisoh ini ialah hamba sahaya yg lebih jelek rupa dan tubuhnya dari semua budak hamba sahaya yang ada. Tetapi Raja Harun Al Rasyid sangat mengasihi dan mencintai kepadanya lebih daripada mengasihi yang lainnya.

Maka manakala mati Jariyah itu lalu dimandikan oleh seorang perempuan tua solehah.
Maka mendapatilah perempuan yang tua itu akan suatu azimat isim Jariyah ini terikat pada rambut kepalanya Jariyah. Lalu diambilnya dan kemudian dipakainya diikatkan kepada rambut kepalanya sendiri.

Maka masuklah ketika itu Raja Harun Al Rasyid ketika itu ke tempat memandikan Jariyah itu karena hendak melihat mukanya. Manakala memandang ia akan muka Jariyah, segera ia memalingkan wajahnya serta sangat marahnya melihat muka Jariyah yang sangat seram.

Kemudian terpandanglah ia kepada muka perempuan yang memandikan Jariyah itu.
Maka Raja tiada merasa malu lalu berkata kepada perempuan tua itu :
"Aku suka melihatmu dan Aku ingin menikahimu menjadi isteriku"
Jawab perempuan tua itu :
" Raja, janganlah engkau mengolok-olokku, aku tiada patut bersuami dengan Raja,
karena aku sangat tua dan rupaku pun tiada cantik"
Maka Kata Raja:
" Aku tiada mengolok-olokmu , sebenarnya memang Aku suka beristeri denganmu"

Maka akhirnya kawinlah Raja itu dengan perempuan yang sudah tua itu. 
Karena pada penglihatan Raja bahwa perempuan yang sangat tua itu sangat elok tubuhnya dan sangat cantik rupanya.

Ini adalah demikian memakai azimat isim Jariyah yang didapatinya pada kepala Jariyah tadi ketika ia memandikannya.

Maka baiklah Faidahnya bagi orang yang memakai azimat ini . Setengah daripadanya barangsiapa memakai akan dia tidak akan dibenci dan dimarahi oleh sesiapa juapun sehingga kasih dan sayang hormat kepadanya oleh orang-orang yang memandang akan dia . dan jika ia tiada bersuami (janda) maka niscaya terpelihara ia daripada fitnahan orang-orang.








Kisah Isim berjumpa Syeikh Maghrobi


Pada suatu hari tatkala Raja Harun Al Rasyid tengah berjalan-jalan di halaman istananya,
maka terpandanglah sesosok budak hamba sahaya yang menarik perhatiannya
sosok budak hamba sahaya itu rupanya tengah mengerjakan tugasnya ialah 
membersihkan dan menata taman


"wahai hamba sahayaku siapakah namamu , " ujar Raja .
dengan keadaan terkejut luar biasa karena sangat langka seorang Raja mau berbicara langsung 
dengan hamba sahayanya, kemudian menjawab
"hamba bernama Kholisoh tuanku"


"sungguh sangat cantik dirimu alangkah sayangnya jika engkau bekerja kotor seperti ini adalah sangat tak patut buat dirimu , segeralah benahi dirimu dan menghadap aku dalam Istana"
demikian titah Raja.


maka pada hari itu juga, kerajaan menjadi geger gempar , karena mendapati kenyataan bahwa seorang Raja yang sangat hebat terpikat dan mau mengawini hamba sahayanya yang kecantikannya tiada seberapa dibandingkan dengan yang lainnya.


setelah sekian lama Kholisoh akhirnya menjadi Ratu , rupanya karena sebab sakit
ia segera berpulang dan meninggal dunia.
tatkala tubuhnya dimandikan oleh seorang wanita agak tua, terjatuhlah dari balik rambut Kholisoh sebentuk azimat dan segera azimat itu diambil oleh wanita yang memandikannya tadi.
bersamaan dengan itu masuklah Raja Harun Al Rasyid untuk melihat jenazah isterinya itu.
dalam keadaan terkejut karena kehadiran Raja, maka wanita tua itu segera memasukkan azimat yang ia dapatkan tadi ke balik sanggul rambutnya.


demikian saat Raja masuk, maka Raja menjadi terkejut melihat keadaan jenazah isterinya itu
dan merasa heran karena tampak isterinya itu tiada menarik lagi
seolah ia tak percaya apakah itu adalah jenazah isterinya
lalu Raja memalingkan mukanya hendak bertanya kepada wanita yang memandikan
maka terkejut lagi Raja melihat betapa wanita yang memandikan itu terlihat sangat menarik hati
terlihat cantik rupawan.


"kamu sekarang harus menjadi isteriku" titah Raja


"Tuanku, bagaimana mungkin hamba menjadi isteri oleh sebab hamba sudah tua"
wanita itu berkata sambil ketakutan




demikianlah kerajaan menjadi gempar kembali, sudah dua kali Raja berlaku aneh
mengawini dua wanita yang tak layak menjadi pasangannya


sehingga berita itu sampailah kepada seorang Ulama Besar yang sangat dihormati kerajaan.
beliau As Syaikh Thilmisani Maghribi atau terkenal dengan sebutan Syekh Maghrobi.


kemudian Syeikh Maghrobi berkesempatan pergi melawat berkunjung menemui Raja Harun Al Rasyid ke Istana.
setelah berbincang agak lama, kemudian Syeikh Maghrobi berkata kepada Raja


"wahai tuanku Raja , sesungguhnya niat saya berjumpa ingin mengetahui
dan berkenalan serta memberi nasehat kepada isteri baru tuanku"


maka Raja menyetujui dan memanggil isterinya.
sehingga tatkala berjumpa, segera saja Syeikh Maghrobi berkata gerangan apakah sesuatu benda
yang ada pada dirimu yang belum lama ini didapatkan.
maka karena memandang beliau Ulama Masyhur , segera saja wanita tua isteri Raja itu
menyerahkan azimat yang ia dapatkan dari Kholisoh
dan ketika azimat itu telah berada pada Syeikh, maka berkatalah
"wahai tuanku Raja , sekarang lihatlah dan pandanglah baik-baik isteri Tuanku"


maka seketika itu terkejutlah Raja Harun Al Rasyid melihat keadaan isterinya yang tampak kembali kepada keadaan dia yang sebenarnya seorang wanita tua dan biasa.


"kalau begitu, sudah sepantasnya azimat itu menjadi pakaianku dan berikanlah kepadaku wahai Syeikh" Ujar Raja


"Tuanku, benda ini adalah pakaian hamba sahaya, tidak pantas untuk pakaian Raja, akan tetapi jika tuanku menginginkannya, baiklah berikan saya waktu untuk menyempurnakan azimat ini, sehingga menjadi pantas untuk pakaian Tuanku" demikian Syeikh memberi saran.


demikianlah, setelah Syeikh menyempurnakan azimat itu, maka Raja meletakkannya pada Mahkota
sehingga derajat dan wilayah kekuasaan Raja meningkat luar biasa dan menjadi sangat terkenal dan dikenal sampai masa sekarang. yang diantara nya tentang beliau ialah kisah 1001 malam.


---------------------------------------------------------------






komentar Raden Mahesa ( kawan saya di Forsup Kaskus) tentang Isim Jariyah :





Originally Posted by raden mahesa View Post
masya allah... klo didalam tradisi arabic magic ini disebut dengan Hirz Ghasilah.. betul sekali cerita lengkapnya bisa dibaca di kitab syumusul anwar wa kunuzul asrar al-kubra halaman 84-86... akan tetapi cara pembuatannya ndak bisa ngandelin kitab... mesti belajar langsung dari ahlinya karena tingkat kerumitannya... waafq ini memiliki beberapa fungsi, untuk fungsi yang berbeda , berbeda pula cara penulisannya... mantap kisawung

kisawung answered:
wow.. hatur nuhun Kang Raden.. mantap pisan infona 

hal itu aku ungkap karena isim tersebut adalah sangat langka diberikan di Banjarmasin
disana disebut isim Jariyah sementara di Palembang disebut isim Kholisoh

memang benar info Raden Mahesa, karena selain daya asihannya yg spektakuler
ternyata juga dipakai sebagai pakaian para Sultan di masa lalu untuk kejayaannya

kalau untuk pengasihan dipakai di kepala
sedangkan untuk kejayaan dipakai sebagai cincin (cincin emas)

cara pembuatannya betul sangat rumit 
diantaranya ialah dituilis pada senin pertama pada bulan dimana sedang purnama penuh



by checking mbah google and i found that Hiriz Ghasilah 

Hadha Du'a' al-Ghasilah [This Is a Prayer of the Washer Woman]. The prayer, meant to implant love in the heart of the desired person, contains a few magic squares. In Arabic.

Doa, dimaksudkan untuk menanamkan cinta dalam hati orang yang diinginkan, berisi beberapa kotak ajaib. Dalam bahasa Arab.

source: library.yale.edu/neareast/exhibitions/exhibit20071.html

tenqyu again for Raden Mahesa 





Manfaat kegunaan Isim Kholisoh Jariyah :

  1. Dipandang hebat  bahkan oleh musuhnya sekalipun
  2. Dikagumi seolah kita adalah orang yang berjasa besar
  3. Selalu ditolong oleh siapapun tatkala kita sedang dalam kesusahan
  4. Dikasihi dan disayangi oleh siapapun bahkan oleh mahluk gaib
  5. Derajat kita akan diangkat Allah dengan perobahan nasib lebih baik
  6. Dahulu siapapun yang membawa isim ini jika lelaki akan menjadi Raja jika perempuan akan menjadi Ratu
  7. Berhati-hatilah ketika membawa isim ini untuk menghindari kontak mata kepada lawan jenis , bisa berakibat lawan jenis itu menjadi gila kasih akan diri kita
  8. Jika dibawa dalam perniagaan Insya Allah maju jaya usahanya dan laris
  9. Jika dibawa oleh pegawai atau pekerja Insya Allah cepat naik jabatan/pangkat
  10. Jika dibawa oleh seniman atau bidang entertaint maka namanya menjadi terkenal
  11. Siapapun yang jobless atau tidak punya pekerjaan dan susah rejeki, maka  Insya Allah stelah membawa isim ini dia akan mendapat pekerjaan yang baik dan rejekinya menjadi lancar
  12. Siapapun yang mebawa isim ini akan tampak pada perobahan dirinya, yang tadinya berpenampilan jelek dan buruk maka akan berobah secara tanpa disadarinya menjadi berpenampilan indah dan cantik bahkan juga tempat tinggalnya akan mengalami perobahan menjadi tampak bagus dan berseri
  13. Isim ini sangat cerdas, dan seolah dia hidup, dan dia akan menuntun kita kepada pemecahan solusi dan akan memberi kita ilham dan petunjuk atas apa yang akan kita lakukan sebagai solusi jalan keluar jika kita tertimpa masalah.
Versi terbaru tentang Khiriz Ghasilah 
(Isim Kholishoh Jariyah)



Originally Posted by rajaineb
Assalamualaikum... ikut bercerita nih ki....

Raja Harun memiliki tiga orang permaisuri yang cantiknya naudzubilah, yang pertama bernama Ghadir, kedua Qut Qulub, dan ketiga buhjah zaman. Disamping itu Sang Raja juga memiliki seorang Budak wanita yang jeleknya naudzubillah, namanya Marjanah (nama aslinya kholishoh, marjanah yang berarti mutiara merupakan alam laqob atau julukan yang diberikan oleh Raja Harun Al-Rasyid).

Pada suatu hari kholishoh pergi ke sebuah tanah yang lapang. Disana, dia melihat bangkai kuda yang dikerumuni binatang buas, ajaibnya binatang-binatang ini seakan tidak bisa memakan bangkai kuda tersebut. Kholishoh kemudian memberanikan diri untuk mendekat, mencari tahu gerangan yang terjadi. tanpa sengaja Kholishoh melihat sebuah benda menggantung di kepala bangkai kuda. Karena penasaran, iapun akhirnya mengambil benda itu yang ternyata adalah sebuah jimat gembolan. kemudian ketika kholishoh agak sedikit menjauh, gerombolan binatang-binatang buas yang sedari tadi hanya bisa berkerumun langsung melahap bangkai kuda tersebut. Dalam hati kholishoh membatin, “barangkali benda inilah yang menyebabkan binatang-binatang buas tidak berani memakan kuda yang sudah mati itu”

Akhirnya kholishoh pun pulang, ketika melintas di halaman istana, dari kejauhan sang raja melihat kholishoh, “hai, kamu sini…!” panggil sang Raja, kholishoh terpaksa berhenti, kemudian sembari munduk-munduk berjalan ke hadapan baginda yang sore itu sedang duduk-duduk di serambi istana. Kamu siapa? Tanya Baginda, dengan hormat kholishoh pun menjawab, “Saya Kholishoh Baginda, budaknya Baginda”. Dalam hati Sang raja penasaran dan bergumam, (masa iyaa sih ini si kholishoh, perasaan si kholishoh ini orangnya wwireng, tur wwwwelek, kok jadi tambah kinclong ayu and semok yah).

Detik berganti menit, menit berganti jam, Raja Harun dimabuk cinta tak bisa tidur semalaman. khamer asmara agaknya telah menggangu pikirannya, sore tadi seorang budak wanita telah merebut segenap hatinya. Tanpa disadari malam itu energi jimat gembolan sedang menjalar keseluruh bagian tubuh sang raja.

Keseokan harinya, sang raja akhirnya memanggil kholishoh, kemudian berterus terang bahwa dia sangat mencintainya. Akhirnya terjalinlah sebuah hubungan antara Raja dan Budak.

Dulu orang hanya bisa beranggapan
Cintanya laksana pungguk merindukan bulan
Jika sang isim sudah tergenggam
Kata-kata bijak hanyalah bualan

singkat cerita, kholishoh kini menjadi wanita yang sangat dicintai, segala permintaannya pasti akan dikabulkan oleh sang raja, meskipun statusnya adalah hamba sahaya, kehidupannya seperti ratu yang bebas merdeka, bergelimang harta emas, mutiara, 

permata dan sebangsanya. keinginan dan tindakannya selalu di amini oleh sang raja, kemanapun kholishoh pergi disitu sang raja selalu setia mengiringi, dimata sang Raja Kholishoh bagaikan marjan (ratna manikam) yang harus selalu dipegang. sang raja agaknya sangat takut jika sang ratna diambil orang. sampai-sampai ketiga permaisuri yang cantiknya naudzubillah pun sering diindahkan. semua orang, baik panglima dan pujangga istana pun tak ada yang dihiraukan. tak terkecuali Abu Nawas...

suatu hari Abu Nawas masuk ke istana, menghadap sang raja untuk mendendangkan bait-bait madah (syair pujian) untuk sang raja. tak seperti biasanya, sang raja kali ini tidak menghiraukan pujian abu nawas, perhatiannya hanya tercurah pada kholishoh yang selalu disampingnya. puluhan bait syair madah yang keluar dari mulut abu nawas hanya manjing kuping tengen metu kuping kiwa. merasa tidak dihiraukan, Abu nawas pun menghormat untuk pamit pulang sambil mendendam rasa kecewa.

ketika melewati pintu gerbang istana abu nawas berhenti kemudian menulis sebuah bait syair di pintu gerbang tersebut :

لقدْ ضاعَ شعري على بابكمْ # كما ضاعَ حلي على خالصة

Sungguh! syairku hilang di gerbang istanamu
sebagaimana hilangnya permata karena kholishoh

 ke esokan harinya, istanapun dibuat gempar .....

Karena ada yang melapor, apa yang sudah dilakukan abu nawas akhirnya sampai ke telinga kholishoh. merasa tersindir, dengan syair hija (puisi pelecehan), kholishohpun mengadu ke pada Raja. Ia meminta agar sang raja memancung Abu Nawas.

Mendengar aduan dari kekasih hatinya, Sang raja pun marah dan akan menghukum pancung pada Abu Nawas. Lalu dipanggillah si Abu Nawas untuk di interogasi dan dikonfirmasi sebelum eksekusi hukuman dilakukan. Abu Nawas memenuhi panggilan dan juga mendengar bahwa akibat coretan syair hija dipintu gerbang Istana itu, ia akan menerima hukuman pancung. Antara takut dan rasa tegar si Abu Nawas memenuhi panggilan Raja. Ketika akan melewati pintu gerbang, Abu Nawas berjalan sambil mendekat ke daun pintu yang terdapat coretan syair hijanya, pelan dan pasti ia pun berjalan pelan sembari tangannya menghapus perut huruf Ain yang ada di dua lafadz ضاعَ . SRETTT........ SRETTTT......
Akhirnya, sampailah si Abu Nawas di depan singgasana Raja. Disana ia melihat alat-alat untuk persiapan eksekusi hukuman pancung pada dirinya. Interogasi dilaksanakan.

Sang Raja : Hai Abu Nawas, kenapa kamu melecehkan kholishoh?

Abu Nawas: Saya tidak melecehkan kholishoh, sungguh.

Sang Raja : Haah.., jangan mangkir!, kamu kan yang menulis
 لقدْ ضاعَ شعري على بابكمْ # كما ضاعَ حلي على خالصة ,
 Dipintu gerbang? 
(Raja sangat geram dengan kemarahannya)

Abu Nawas : (dengan tenang dan hati tegar menjawab) sungguh saya tidak menulis itu yang mulia, yang saya tulis adalah
 لقدْ ضاءَ شعري على بابكمْ # كما ضاءَ حلي على خالصة 
(Sungguh! syairku bercahaya di gerbang istanamu, sebagaimana bercahayanya permata karena kholishoh).

Sang Raja yang tadinya Mukanya merah padam…, akhirnya menjadi putih cerah bersinar dan sambil tersenyum sang Raja berkata pada petugas eksekusi ” batalkan pemancungan untuk Abu Nawas”

Sementara Semua orang yang hadir disitu hanya bisa menganga menyaksikan kecerdikan si Abu Nawas yang mashur namanya.

Hari berganti hari, lamanya waktu tak terasa telah berlalu. Sehingga pada suatu hari Kholishoh jatuh sakit, segenap tabib istana sudah dipanggil untuk mengobatinya. Tapi apalah artinya obat jika kematian sudah menjadi suratan dari yang maha kuasa. akhirnya Kholishoh pun meninggal dunia...

dipanggillah sorang perempuan ghasilah untuk mengurus dan memandikan jenazah Kholishoh, (kata ghasilah ini sendiri diambil dari akar kata ghasala yg berarti mandi yang terjadi reduksi makna untuk perempuan yang berpropesi mengurus mayit). Kepada ghasilah ini sang raja berpesan untuk tidak buru-buru mengkafani kholisoh sampai Ia bisa memandang wajah kholisoh untuk yang terakhir kalinya.

Jenazahpun akhirnya dimandikan. Ketika si ghosilah melepas ikat rambut kholishoh, ia menemukan sebuah benda yang ternyata adalah jimat itu, lalu diambilnya dan diselipkan dirambutnya sendiri. Setelah pekerjaannya selesai, kemudian rajapun diperkenankan melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya, ketika sang raja memandang wajah jenazah, sontak raut mukanya berubah, sambil buru-buru memalingkan muka, pandangan sang raja akhirnya tertubruk pada sosok perempuan ghosilah. Seketika tanpa rasa sungkan sang raja bertanya,

“apakah kamu wanita yang masih sendiri apa sudah bersuami?”

“suami hamba telah meninggal baginda”

“"Sungguh Aku suka melihatmu dan Aku ingin kamu menjadi isteriku"

“aduh Baginda jangan becanda”

“tidak, aku serius”

Singkat cerita setelah jenazah kholishoh dimakamkan, sang raja pun menikahi perempuan ghosilah tadi. Seperti yang terjadi pada kholishoh dulu, ghosilah pun begitu sangat disayang dan dimanja oleh sang raja. Ia kini menjadi permaisuri raja yang akhirnya dikarunia dua orang anak.

Sehingga suatu hari, Ratu ghosilah sakit, ia meminta dipertemukan dengan seorang syekh yang bernama Nuruddin Al-Ashfahani, lalu dipanggilah syekh untuk menghadap. Ketika sang syekh berada kamarnya , Ratu ghosilah memberikan jimat ini kepada sang syekh, sambil berkata,

“sesungguhnya ini kepunyaan kholishoh, aku mengambil benda ini ketika memandikan jenazahnya dulu”

lalu ia pun bercerita panjang lebar dari awal sampai akhir. Sang ratu meminta kepada syekh nuruddin menyalinnya menjadi dua yang nantinya diberikan kepada kedua anaknya. pada syekh Sang ratu berpesan

“salinlah benda ini syekh, berikanlah kepada para muslimin yang memang membutuhkannya, jangan dihalangi, meskipun begitu jagalah benda ini dari sembarang orang , cegahlah dari tangan-tangan wanita lacur, orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Karena di dalamnya tersurat Ismul A’dzam”.

Cerita ini akhirnya tersebar kepenjuru negeri, konon waktu itu untuk mendapatkan salinan benda tersebut (yang akhirnya lebih populer dengan khiriz ghosilah) seseorang harus menebusnya sampai seribu dinar. (kalo di konvert ke rupiah berapa yah…)

Begitulah cerita dibalik asal-usul "pelet" kholishoh, sengaja saya rangkum dari kopasan sana kopasan sini hanya sekedar untuk berbagi.

Ki sawuuung....



Anda sedang membaca artikel tentang Isim Kholisoh Jariyah dan anda bisa menemukan artikel Isim Kholisoh Jariyah ini dengan url http://kisawung.blogspot.com/2010/11/isim-kholisoh-jariyah.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Isim Kholisoh Jariyah ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Isim Kholisoh Jariyah sumbernya.

9 komentar:

evry mengatakan...

keren ki...nambah pengetahuan saya :)

kisawung mengatakan...

sudah kutepati janjiku ya :D

bordez mengatakan...

mangsab,.. wah nongol juga,. trimakasih Ki,.. Sukses selalu salam.

magicrown mengatakan...

Masih penasaran sama rajah mahabbah Yusuf pada telapak tangan itu Ki. Klo yg di lengan sih paham :D

m.syafrian mengatakan...

assalaamu'alaikum ki...
nama saya adalah muhammad syafrian. saya mau nanya. apakah bisa azimah kholisoh ini dibuat pada sembarang waktu...?

variantART mengatakan...

Assalamualaikum Wr Wb...

kalo mahabbah ayat lima sama yang ini lebih manfaat yang mana ya ki??

Mari Maslahatkan Ummat mengatakan...

salam ki'
saya mau nanya, bisa g' belajar buat Isim dan bisa g' belajar dari jarak jauh?

GANESU mengatakan...

assalaamu'alaikum ki...

kira2 kalo saya minat dengan isim ini maharnya brapa ya ki,soal nya saya sangat membutuhkan untuk spirit hidup? maklum ekonomi lemah...:)

GANESU mengatakan...

assalaamu'alaikum ki...
saya sangat berminat dengan isim ini, kalo saya bileh memilikinya , dengan mahar berapa ya ki?